Skin Care Facts
Basics & Beyond
Oksigen Untuk Kulit
Inilah cara yang paling menyedihkan tetapi sekaligus paling jelas dan nyata untuk membuktikan betapa gilanya dunia kosmetik yang sebenarnya. Setelah menjual produk untuk menyingkirkan efek oksigen terhadap kulit (kata antioksidan berarti anti-oksigen), industri kecantikan kemudian menjual produk-produk yang dinyatakan dapat memberikan oksigen ke kulit. Apakah dunia industri kecantikan tidak memiliki hal lain yang lebih penting untuk dilakukan?
Berkurangnya oksigen merupakan salah satu hal yang terjadi pada kulit yang lebih tua. Tetapi sayangnya, memberikan tambahan oksigen ke permukaan kulit tidak akan mengubahnya. Oksigen pada permukaan kulit mungkin dapat mempengaruhi lapisan terluar kulit, tetapi lalu bagaimana selanjutnya? Seberapa banyak oksigen ekstra yang dibutuhkan oleh kulit? Tidak ada yang mengetahuinya. Apakah oksigen dapat diserap? Tidak. Selain itu, tidak satupun dari hal ini yang menjawab pertanyaan mengenai oksigen menghasilkan lebih banyak kerusakan akibat radikal bebas.
Bagaimana awal terjadinya keplin-planan mengenai oxygen booths/ruangan oksigen ini? Ruangan oksigen (hyperbaric chamber/ruang hiperbarik/kamar bertekanan tinggi) digunakan secara medis untuk memperbaiki ulkus kulit (ulcer) dan luka-luka yang sulit disembuhkan. Menurut Asosiasi Diabetes Amerika, “Diabetes Forecast” (Juni 1993, halaman 57), “ketika Anda memiliki luka yang sulit disembuhkan, sel-sel darah putih yang melawan infeksi di daerah luka tersebut membutuhkan oksigen sampai dengan 20 kali lipat ketika mereka membunuh bakteri. Selain itu, semakin banyak oksigen yang digunakan tubuh Anda, semakin efisien pula tubuh Anda dalam memperbaiki jaringan-jaringan penghubung yang memperbaiki luka. Tetapi oksigen yang dimaksud disini adalah oksigen yang dihirup, yang kemudian akan diserap oleh darah Anda, yang dapat mempercepat penyembuhan luka, dan bukannya oksigen yang hanya lewat melalui luka tersebut”
Lebih lanjut lagi, ulkus kaki dan luka merupakan kondisi temporer/sementara, tetapi penuaan kulit akan terus berlanjut. Pernyataan bahwa perawatan oksigen dapat mempengaruhi penuaan ataupun keriput merupakan lelucon belaka. Tidak ada penelitian yang mendukung ide tersebut, walaupun ada penelitian yang menunjukkan bahwa proses oksidatif yang dihasilkan oksigen ikut bertanggung jawab untuk munculnya keriput dan penuaan kulit secara umum.
Hidrogen Peroksida
Dengan apa yang sekarang diketahui sebagai kerusakan akibat radikal bebas, saya tidak lagi merekomendasikan hidrogen peroksida sebagai pembasmi kuman oles untuk jerawat. Oksigen jelas merupakan masalah bagi kulit, dan hidrogen peroksida merupakan agen oksidasi yang signifikan. Cara kerja hidrogen peroksida adalah dengan melepaskan molekul oksigen yang tidak stabil ke kulit, dan ini akan membentuk kerusakan akibat radikal bebas. Molekul oksigen ekstra, yang menyusun hidrogen peroksida, sangat tidak stabil. Inilah sebabnya mengapa hidrogen peroksida dikemas dalam kemasan yang kedap udara dan berwarna coklat tua.
Ketika terekspos pada udara, molekul oksigen ekstra dari hidrogen perosksida dilepaskan dan produk tersebut akan berubah menjadi air. Untuk kulit yang rentan berjerawat, molekul oksigen ekstra ini mampu membunuh bakteri yang menyebabkan jerawat kemerahan. Bakteri jerawat merupakan bakteri anaerobic, yang artinya mereka tidak menyukai oksigen. Tetapi karena masalah yang berakar dari mempengaruhi kulit dengan suatu zat yang diketahui dapat menyebabkan kerusakan akibat radikal bebas, maka sebaiknya carilah pilihan lain. Lihatlah pada Solusi Perawatan Kulit Berjerawat untuk Semua Umur, untuk pilihan perawatan lainnya dalam memerangi bakteri penyebab jerawat.

