Skin Care Facts
Basics & Beyond
Kanker Kulit dan Kerusakan Akibat Sinar Matahari
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) dan Akademi Dermatologis AS (American Academy of Dermatology/AAD), kasus kanker kulit didiagnosa bertambah satu juta setiap tahunnya. Hal ini membuat kanker kulit menjadi jenis kanker yang paling umum terjadi di AS. Seperti yang dilaporkan oleh Dr. Darrell S. Rigel dari Sekolah Kedokteran Universitas New York, kemungkinan orang Amerika menderita melanoma dalam seumur hidup mereka adalah 1 banding 84. Anda tentu tidak ingin mengambil resiko saat rasionya sebesar itu, terutama saat kulit dan hidup Andalah yang dipertaruhkan.
Kebanyakan kanker kulit termasuk dalam tiga kategori berikut ini: karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Karsinoma sel basal dan skuamosa disebabkan oleh ekspos terhadap sinar matahari berulang kali tanpa perlindungan (Sumber: Cancer Epidemiological Biomarkers and Prevention, September 2008, halaman 2388–2392; Dermatology, Februari 2008, halaman 124–136; American Journal of Clinical Dermatology, Mei-Juni 2000, halaman 167–179).
Sampai saat ini masih diperdebatkan apakah melanoma disebabkan oleh ekspos terhadap sinar matahari tanpa perlindungan. Tetapi jenis-jenis kanker kulit yang lainnya sudah jelas bahwa mereka disebabkan oleh ekspos terhadap sinar matahari tanpa perlindungan atau dalam waktu yang panjang (Sumber: Archives of Dermatology, Desember 2000, halaman 1447–1449; dan Journal of the American Medical Association, Juni 2000, halaman 2955–2960.)
Secara umum, teorinya adalah para peneliti percaya bahwa ekspos terhadap radiasi UVA dan sebagian UVB memicu terjadinya mutasi dalam replikasi/penggandaan sel-sel kulit, menyebabkan kode genetik mereka menjadi berantakan. Sel-sel tersebut lupa bagaimana caranya mempertahankan proses pergantian sel yang normal karena kerusakan akibat radiasi. Untungnya, kanker kulit yang tidak disebabkan oleh melanoma relatif mudah diobati bila diketahui lebih awal, dan jarang sekali berakibat fatal. Melanoma merupakan jenis kanker yang jauh lebih berbahaya dan mengancam nyawa manusia.
Sebuah artikel dalam jurnal berjudul Journal of Epidemiology (Desember 1999, Suplemen, halaman 7–13) menyimpulkan masalah ini dengan cukup baik: “Kanker kulit merupakan kanker yang paling umum terjadi pada manusia… Penelitian deskriptif menunjukkan bahwa tiga tipe utama kanker kulit, yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma paling banyak terjadi [tertinggi] pada populasi dimana ekspos terhadap sinar matahari serta transmisi radiasi sinar matahari pada kulit tinggi, menunjukkan hubungan yang kuat antara kanker kulit dengan ekspos terhadap sinar matahari. Penelitian analitis epidemik memastikan bahwa ekspos terhadap komponen ultraviolet dari sinar matahari merupakan penentu lingkungan yang utama dari terjadinya kanker kulit dan kondisi kulit yang berkaitan dengan kanker; dan bukti dari hubungan sebab-akibat antara ekspos sinar matahari yang kumulatif dan karsinoma sel skuamosa/SCC, solar keratoses, dan photodamage juga bersifat relatif langsung…. Melengkapi data tersebut [untuk populasi dan penelitian] adalah adanya bukti molekuler karsinogenesis [kanker] dari mekanisme ultraviolet (UV) seperti mutasi spesifik UV pada DNA gen yang fungsinya menekan tumor dalam tumor kulit. Dengan meningkatnya penyinaran UV akibat menipisnya lapisan ozon, jumlah kanker kulit diperkirakan akan meningkat di masa yang akan datang—kecuali, seperti yang diharapkan, manusia mengurangi ekspos sinar matahari terhadap dirinya.”
Selain melindungi diri dari sinar matahari, Anda juga harus mewaspadai tanda-tanda kanker kulit sedini mungkin. Deteksi awal kanker kulit dapat menyelamatkan kulit dan juga nyawa Anda. Bila Anda mengetahui adanya perubahan pada kulit Anda, dan Anda tidak yakin apa itu, berkonsultasilah dengan dokter Anda; bahkan perubahan kecil pada tahi lalat atau freckle (bintik kecoklatan di kulit), atau blemish (bercak pada kulit) yang terlihat tidak “normal”, bisa menjadi indikasi dari kanker kulit.
Lima karakteristik kanker kulit yang paling umum yaitu:
- Luka terbuka dalam ukuran apapun yang mengeluarkan darah, mengalir keluar perlahan, permukaan kulit mengeras dan tetap terbuka selama tiga minggu atau lebih. Luka yang tidak cepat menghilang dan tak kunjung sembuh merupakan pertanda yang paling umum dari kanker kulit tahap awal.
- Area kemerahan atau teriritasi yang tidak menghilang untuk waktu lama dan tidak merespon terhadap cream cortisone atau pelembab. Terkadang area-area ini mengeras atau mengelupas, tetapi mereka tidak pernah benar-benar hilang.
- Pertumbuhan dengan tepian yang terlihat jelas menggulung dan bagian tengah yang berlekuk. Dapat terlihat mirip dengan blemish/noda kecil atau luka, tetapi cenderung bertumbuh dan tidak kunjung sembuh.
- Benjolan atau bintil mengkilap dengan permukaan yang licin dan mulus dan bisa berwarna pink, merah, putih, hitam, coklat, atau ungu. Dapat terlihat seperti tahi lalat, tetapi yang membedakannya adalah tekstur serta kilapnya.
- Area kulit berwarna putih yang memiliki tekstur mulus dan terlihat seperti parut/bekas luka. Area kulit putih ini mungkin memiliki kulit yang terlihat kaku/seperti tertarik, yang menonjol bila dibandingkan penampilan kulit di sekitarnya.
Akademi Dermatologi Amerika memiliki daftar “A, B, C, D” dalam mengidentifikasi kanker kulit, yaitu:
- A. Asymmetry (asimetris): separuh bagian lesi atau area yang dicurigai tidak sama dengan separuh lainnya.
- B. Border (tepian): tepiannya tidak merata, tidak jelas, dan berlekuk-lekuk di sekeliling area lesi kulit ataupun tahi lalat yang dicurigai.
- C. Color (warna): warna bervariasi dari satu area ke area lainnya, dengan tingkat warna dari tan (kecoklatan), coklat, hitam, putih, merah, atau biru.
- D. Diameter: area tersebut biasanya lebih besar dari 6 mm (diameter dari penghapus pensil)
Actinic Keratosis
Bila Anda pernah memiliki sejumlah pengalaman terekspos sinar matahari tanpa perlindungan apapun dan Anda berusia antara 30 sampai 80 tahun, maka Anda mungkin menyadari adanya bagian kulit yang tidak rata, terasa kasar, sedikit naik, terkadang keras, dan biasanya berwarna coklat muda atau pink muda pada dada, telapak tangan, tangan, atau leher. Perubahan warna tersebut disebut dengan actinic keratosis atau solar keratosis, dan berbeda dari jenis perubahan warna kecoklatan lainnya yang muncul pada kulit. Menurut Skin Cancer Foundation, “Satu dari enam orang akan mengidap actinic keratosis dalam hidupnya.” Bintik-bintik kecoklatan yang lebih umum terdapat pada kulit dan disebabkan karena terekspos sinar matahari disebut dengan melasma. Melasma lebih terlihat sebagai bercak coklat dan tidak lebih tinggi, kasar, atau keras, dan dianggap jinak. Walaupun bukan termasuk kanker, actinic keratosis dapat menimbulkan masalah karena dianggap sebagai indikasi pra kanker kulit dan harus dievaluasi oleh dokter ahli kulit. Bila Anda tak yakin apakah area kecoklatan pada kulit Anda merupakan melasma atau actinic keratosis, berkonsultasilah dengan dokter Anda. (Sumber: Journal of Oral Maxillofactory Surgery, Juni 2008, halaman 1162–1176.)
Pencegahan adalah metode terbaik dalam menghindari berbagai jenis noda kecoklatan di atas, dan ini artinya menggunakan tabir surya yang efektif setiap hari secara menyeluruh. Sayangnya, karena banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya perlindungan terhadap sinar matahari selama ini, maka kemungkinan besar kebanyakan dari kita mendapati ada noda-noda tersebut pada tubuh kita.
Ada berbagai cara untuk menghilangkan actinic keratosis. Teknik utamanya adalah kuret (curettage), cryosurgery, terapi photodynamic, plus pilihan kemoterapi topikal. (Sumber: Dermatology Therapy, September-Oktober 2008, halaman 412–415; dan American Journal of Clinical Dermatology, Mei-Juni 2000, halaman 167–179).
Menghilangkan Actinic Keratosis
Memutuskan apa yang harus dilakukan sangat tergantung pada status lesi dan seberapa penampilannya mengganggu Anda. Anda harus berdiskusi dengan dokter ahli kulit untuk mengevaluasi berbagai pilihan Anda.
Metode untuk menghilangkannya yang paling umum adalah dengan mengikis atau memotong lesi tersebut menggunakan prosedur yang disebut dengan kuret (curettage), electrodesiccation, atau bahkan pengikisan sederhana menggunakan alat cukur pembedahan. Istilah curettage mengacu pada pemotongan lesi dengan menggunakan curet, sebuah instrumen berbentuk sendok yang memiliki sisi yang tajam. Electrodesiccation menggunakan arus listrik untuk membuang jaringan kulit sekaligus mengendalikan pendarahan. Dalam kedua hal ini biopsi dilakukan untuk memeriksa status lesi. Kedua metode ini dapat menyebabkan parut/bekas luka, dan ada kemungkinan lesi muncul kembali.
Cryosurgery menggunakan suhu dingin ekstrim dalam bentuk nitrogen cair untuk menghilangkan jaringan yang tidak diinginkan. Metode ini tidak menyebabkan pendarahan ataupun parut/bekas luka tetapi dapat menyebabkan tanda berwarna putih yang seringkali tidak akan berubah kembali ke warna kulit normal. Selain itu juga besar kemungkinannya lesi muncul kembali.
Ketika terdapat banyak actinic keratosis, terkadang digunakan dua pengobatan topikal/oles. Yang pertama, 5-fluorouracil (nama merknya Efudex), agen kemoterapi untuk beberapa jenis kanker, diaplikasikan pada area yang terkena actinic keratosis dua kali sehari selama tiga sampai lima minggu. Efek samping dari perawatan ini bisa sangat signifikan walaupun hanya sementara. Pembengkakan, rasa terbakar, menyengat, permukaannya mengeras, dan sakit atau rasa tak nyaman umum terjadi, tetapi penyembuhan terjadi setelah satu sampai dua minggu setelah perawatan dihentikan. Pengobatan ini dianggap sangat efektif.
Agen kemoterapi lainnya yang digunakan secara topikal, yaitu cream masoprocol 10% (nama merknya Actinex), serupa dengan 5-fluorouracil dalam hal pengaplikasian dan hasilnya, walaupun resiko terkena contact dermatitis jauh lebih tinggi ketika menggunakan masoprocol dibanding 5-fluorouracil.
Modulator respons imunitas mampu menghancurkan sel-sel kulit abnormal secara selektif. Dalam kelompok studi kecil “enam orang yang memiliki actinic keratosis dirawat dengan menggunakan cream imiquimod 5% (nama merknya Aldara) tiga kali seminggu selama 6-8 minggu. Untuk reaksi kulit setempat, perawatan diubah menjadi dua kali seminggu. Hasil: semua lesi AK [actinic keratosis] berhasil dihilangkan…. Secara histologi [di bawah kulit], tidak terdapat tanda yang jelas bahwa AK yang ada dapat dideteksi, dan tidak ada pemunculan kembali yang dilaporkan pada saat pengecekan ulang” (Sumber: British Journal of Dermatology, Mei 2001, halaman 1050–1053). Aldara merupakan pilihan yang potensial untuk dibahas dengan dokter Anda.
Chemical peeling menggunakan trichloroacetic acid (TCA), yang digunakan di bawah pengaruh obat penenang ringan. Seperti kebanyakan chemical peel kosmetik lainnya, ini menyebabkan lapisan kulit teratas mengelupas, dan akan digantikan dengan kulit yang baru tumbuh dalam waktu beberapa minggu kemudian. Peel TCA digunakan ketika penetrasi yang lebih dalam dibutuhkan untuk menghilangkan lesi. Sisi buruk dari metode ini adalah penggunaan penenang, yang membuatnya cenderung tidak nyaman, dan waktu penyembuhan yang panjang; sisi baiknya adalah hasilnya dianggap cukup baik.
Perawatan terbaru yang disetujui oleh FDA disebut dengan terapi photodynamic. Prosedur ini menarik karena menggunakan pengaplikasian topikal oleh dokter atau cream yang diresepkan yang mengandung aminolevulinic acid (nama merknya Levulan Kerastick). Sekitar 14 sampai 18 jam setelah cream dioleskan, area tersebut disinari dengan menggunakan sumber sinar yang disebut BLU-U atau Blue Light, selama 15 sampai 20 menit. Perawatan ini dianggap sangat sukses dengan resiko kecil terhadap kulit. Akan tetapi, setelah aminolevulinic acid dioleskan, kulit menjadi sensitif secara abnormal terhadap sinar matahari di siang hari atau lampu ruangan yang terang sampai perawatan selesai sepenuhnya. Penting untuk menggunakan pakaian pelindung dari sinar matahari dan harus menghindari ekspos sinar matahari karena tabir surya tidak akan dapat melindungi Anda. Selain itu sangat penting untuk tidak duduk didekat sumber cahaya apapun. Efek samping selama perawatan biasanya mencakup rasa terbakar, perasaan seperti ada yang merayapi kulit, gatal, mati rasa, dan sensasi tersengat, menggelapnya atau memutihnya area kulit yang dirawat, permukaan menebal, korengan, dan benjolan-benjolan merah yang gatal. Akan tetapi, segera setelah perawatan dihentikan maka reaksi dan bercak-bercak coklat akan hilang dan biasanya tidak kembali lagi.

